Manusia hidup di dunia ini tidak akan pernah luput dari salah, lupa dan dosa. Sudah menjadi fitrah bagi manusia bahwasanya ia diciptakan bukan untuk menjadi mahluk super, yang mampu menguasai segalanya. Manusia adalah mahluk yang memiliki banyak kelemahan, sehingga salah, lupa dan dosa melekat erat dalam setiap episode kehidupan yang dilakoninya selama hidup di dunia ini.
Ada sebuah kisah tentang Nabi Adam AS. manusia pertama yang diciptakan Allah SWT di Syurga, juga pernah melakukan kesalahan dan dosa, karena bujuk rayunya Iblis. Kemudian Ia (Adam AS) memohon ampunan kepada Allah atas kesalahan dan dosa yang telah dilakukannya itu. Dalam do'a-nya Nabi Adam AS berkata " Yaa Allah ampunilah atas segala kesalahan dan dosa yang telah aku perbuat dengan perantaraan Muhammad".
Allah-pun berkata kepada Adam "Wahai Adam dari mana engkau mengetahui kata Muhammad?". Adam pun menjawab "Dari tulisan yang tertulis bersanding dengan nama-Mu yaa Allah pada Arsy tempat-Mu bersemayam, Laa Illahailallah Muhammaddarasulullah".
Allah SWT mengampuni kesalahan dan dosa Nabi Adam AS, seraya berkata kepada Adam "Benar kamu wahai Adam, dengan Nur Muhammad inilah maka Aku ciptakan engkau dan alam jagat raya ini".
Begitu mulianya nama Muhammad ini, Nabi yang Allah katakan sebagai kekasih Allah, Nabi akhir zaman, tidak ada nabi setelah beliau wafat, sampai-sampai nama Baginda disandingkan dengan nama Allah yang menjadi Rukun Islam yang pertama, yang wajib terucap bagi seorang muslim dalam sholatnya "Ashyaduala Illahailallah Wa'ashyaduana Muhammaddarasulullah".
Untuk itu lafalkanlah ucapan sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, dimana Allah SWT dan para malaikat-Nya juga bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Sungguh begitu sangat mudah bagi kita dapat melakukan salah, lupa dan dosa, apalagi dalam kehidupan yang serba kompleks seperti sekarang ini, yang menuntut kewaspadaan dan pengendalian terhadap hati dan diri ini.
Allah akan mengampuni seiap dosa-dosa hambanya kecuali dosa menyekutukan Allah (Syirik). Perbanyaklah bacaan Istighfar memohon ampunan pada Allah, bahwasanya kita memang tempatnya salah, lupa dan dosa, tidak hanya ketika kita telah melakukannya terlebih kita aplikasikan pada keseharian hidup kita. Semoga dengan sering melafalkan Istighfar kita bisa mawas diri, dapat meminimalisir segala salah, lupa dan dosa. Semoga. Amin.
Ada sebuah kisah tentang Nabi Adam AS. manusia pertama yang diciptakan Allah SWT di Syurga, juga pernah melakukan kesalahan dan dosa, karena bujuk rayunya Iblis. Kemudian Ia (Adam AS) memohon ampunan kepada Allah atas kesalahan dan dosa yang telah dilakukannya itu. Dalam do'a-nya Nabi Adam AS berkata " Yaa Allah ampunilah atas segala kesalahan dan dosa yang telah aku perbuat dengan perantaraan Muhammad".
Allah-pun berkata kepada Adam "Wahai Adam dari mana engkau mengetahui kata Muhammad?". Adam pun menjawab "Dari tulisan yang tertulis bersanding dengan nama-Mu yaa Allah pada Arsy tempat-Mu bersemayam, Laa Illahailallah Muhammaddarasulullah".
Allah SWT mengampuni kesalahan dan dosa Nabi Adam AS, seraya berkata kepada Adam "Benar kamu wahai Adam, dengan Nur Muhammad inilah maka Aku ciptakan engkau dan alam jagat raya ini".
Begitu mulianya nama Muhammad ini, Nabi yang Allah katakan sebagai kekasih Allah, Nabi akhir zaman, tidak ada nabi setelah beliau wafat, sampai-sampai nama Baginda disandingkan dengan nama Allah yang menjadi Rukun Islam yang pertama, yang wajib terucap bagi seorang muslim dalam sholatnya "Ashyaduala Illahailallah Wa'ashyaduana Muhammaddarasulullah".
Untuk itu lafalkanlah ucapan sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, dimana Allah SWT dan para malaikat-Nya juga bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Sungguh begitu sangat mudah bagi kita dapat melakukan salah, lupa dan dosa, apalagi dalam kehidupan yang serba kompleks seperti sekarang ini, yang menuntut kewaspadaan dan pengendalian terhadap hati dan diri ini.
Allah akan mengampuni seiap dosa-dosa hambanya kecuali dosa menyekutukan Allah (Syirik). Perbanyaklah bacaan Istighfar memohon ampunan pada Allah, bahwasanya kita memang tempatnya salah, lupa dan dosa, tidak hanya ketika kita telah melakukannya terlebih kita aplikasikan pada keseharian hidup kita. Semoga dengan sering melafalkan Istighfar kita bisa mawas diri, dapat meminimalisir segala salah, lupa dan dosa. Semoga. Amin.


0 komentar:
Posting Komentar